Agen Bola Terpercaya : Madrid Menang, Tiki Taka Masih Jadi Ancaman

Agen Bola Terpercaya : Madrid Menang, Tiki Taka Masih Jadi Ancaman

Agen Bola Terpercaya - Madrid Menang Tiki Taka Masih Jadi Ancaman

Agen Bola Terpercaya – Madrid Menang Tiki Taka Masih Jadi Ancaman

Agen Bola Online – Starball88.com Bayern Munich jelas tampak dominan dalam laga leg 1 semifinal Liga Champions kontra Real Madrid di Santiago Bernabeu. Penguasaan bola menunjukkan Bayern mampu tampil lebih baik ketimbang Madrid kendati bermain tandang.

Agen Bola Terpercaya : Madrid Menang, Tiki Taka Masih Jadi Ancaman

Pelatih Los Blancos, Carlo Ancelotti, mengakui timnya mendapat kesulitan saat menjamu tim asuhan Pep Guardiola. Ancelotti menilai pasukannya juga tak tampil lepas di menit-menit awal pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Madrid itu.

Beruntung, pertahanan Madrid bermain bagus dan mampu meredam serangan yang dilancarkan The Bavarians. Ancelotti merasa strateginya berjalan dengan baik di lapangan, sehingga dia puas dengan kemenangan lewat gol tunggal Karim Benzema pada menit ke-19.

Seperti halnya pelatih-pelatih asal Italia yang pandai dalam menerapkan strategi bertahan, pengaruh Ancelotti  amat kental saat Madrid menahan gempuran Bayern. Sistem pertahanan catenaccio rasa Spanyol membuat The Bavarians cukup frustrasi.

“Ini adalah pertandingan yang sulit. Kami sempat malu-malu di awal laga. Kami bermain bertahan, tapi tampil bagus dan menjalankan segalanya dengan baik,” kata Ancelotti, seperti dilansir Football-Espana.

Agen Bola Terpercaya : Madrid Menang, Tiki Taka Masih Jadi Ancaman

Don Carletto menilai kerjasama para pemain Madrid sangat solid di lapangan. Dengan kurang fitnya kondisi Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale dalam laga kontra Bayern, hasil ini dianggap Ancelotti sudah cukup untuk El Real.

“Ini yang dibutuhkan di semifinal. Kami tampil nyaman bertahan dengan formasi 4-4-2 melawan tim yang mendominasi penguasaan bola. Kami juga bermain bagus dengan kondisi Ronaldo dan Bale yang hanya 50 persen. Tidak mudah bagi Ronaldo untuk kembali tampil bagus seperti biasanya. Dia ingin main dan dia kami mainkan (meski tidak 90 menit penuh),” terangnya.

Namun, kemenangan 1-0 atas Bayern tak lantas membuat Madrid lebih santai dalam menghadapi laga leg 2 di Allianz Arena pada 29 April mendatang. Bek Los Blancos, Sergio Ramos, menolak Madrid hanya ingin bermain aman ketika bertandang ke markas The Bavarians.

“Saya rasa kami harus mengincar kemenangan di leg 2, karena kemenangan 1-0 mungkin belum cukup. Kami akan mempelajari lawan untuk bisa lolos ke partai final,” kata Ramos seperti dilansir Soccerway.

Ancaman Tiki Taka

Melihat bagaimana cara Bayern bermain saat menghadapi Madrid mengingatkan kita pada Barcelona ketika masih ditangani oleh Guardiola. Tentu saja, Guardiola pulalah yang membuat Die Roten mengadopsi gaya bermain tiki taka.

Dalam hal penguasaan bola saat laga kontra Madrid, Bayern mencatatkan 64 persen, sedangkan tim arahan Carlo Ancelotti hanya 36 persen. Sayangnya, tak ada gol yang dicetak Bayern, sedangkan Madrid mampu memanfaatkan serangan balik untuk menghukum gaya bermain tiki taka. Agen Bola Terpercaya : Madrid Menang, Tiki Taka Masih Jadi Ancaman

Cara bermain Bayern memang dikritik oleh sang legenda, Franz Beckenbauer, yang menyebut dengan mendominasi penguasaan bola tak ada artinya bila tak bisa membuat peluang. Namun, Guardiola percaya tiki taka adalah cara yang efektif untuk menaklukkan Los Blancos.

“Sejak saya masih jadi pemain, Madrid sudah menjadi tim yang mengandalkan serangan balik. Ada yang bilang kami seharusnya bermain lebih agresif dan menyerang. Tapi, situasi itu akan lebih menguntungkan Madrid. Mereka tim dengan serangan balik terbaik di dunia. Mereka punya pemain yang dasarnya atlet,” ujar Guardiola.

“Saya tidak ingin menggunakan tipe permainan khas Jerman yang bolak-balik. Saya ingin kami melakukan penguasaan bola lebih banyak, dan kami mampu melakukannya. Sayangnya, kami tidak menyelesaikan peluang dengan baik,” sambungnya.

Bahkan, winger Bayern, Arjen Robben, juga merasa Die Roten sesungguhnya mendikte permainan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. Pemain internasional Belanda ini malah mempertanyakan gaya bermain Madrid yang dianggapnya tak spesial, padahal bermain di kandang sendiri.

“Saya tak bisa mengkritik penampilan tim saya. Kami bermain layaknya tim kelas dunia di Santiago Bernabeu. Kami masih mendominasi dan menjadi tim yang lebih baik. Saya harapkan sesuatu yang lebih dari Real Madrid,” ungkap Robben, seperti dilansir NOS.

“Saya mengira Madrid akan habis-habisan menyerang sejak awal. Tapi, mereka malah menunggu dan membiarkan kami menguasai pertandingan,” lanjutnya.

Rekor Buruk Madrid di Jerman

Real Madrid terbilang punya rekor tak meyakinkan saat berkunjung ke markas klub-klub Jerman. Dari 27 kali lawatan ke Jerman,  Los Blancos baru dua kali menang.

Dua kemenangan diraih saat berhadapan dengan Bayer Leverkusen di fase grup Liga Champions musim 2000/2001 dan kala menang 6-1 atas tuan rumah Schalke 04 pada babak 16 besar Liga Champions musim ini.

Terakhir, di perempatfinal Liga Champions musim ini, mereka kalah 2-0 dari Borussia Dortmund di Signal Iduna Park, meski Madrid tetap lolos ke semifinal karena menang agregat 3-2.

Pada pertandingan leg 2, Madrid harus bertandang ke markas Bayern di Allianz Arena pada 29 April 2014. Melihat catatan buruk El Real saat mengunjungi kandang klub Jerman, tentu akan menjadi pekerjaan berat bagi para pemain asuhan Carlo Ancelotti.

Bayern memang selalu menjadi batu sandungan bagi Madrid. Di semifinal Liga Champions musim 2011/12 silam, Madrid gagal ke final setelah disingkirkan Bayern lewat adu penalti.

Lalu, secara statistik, catatan Bayern ternyata lebih bagus ketimbang Madrid. Die Roten pernah kalah dengan skor 0-1 sebanyak 6 kali dalam partai tandang di leg 1 kompetisi Eropa.

Tapi, Bayern hanya tersingkir sekali. Hal itu terjadi pada semifinal Piala Champions 1989-90 melawan AC Milan. Selebihnya, mereka mampu membalikkan keadaan dan lolos ke babak selanjutnya.

Sedangkan, Madrid justru punya catatan buruk usai menang dengan skor 1-0 di leg 1. Mereka dua kali tersingkir karena tim lawan mampu membalikkan keadaan di leg 2. Itu terjadi ketika mereka menghadapi Juventus di musim 1995/96 dan 2004/05.

“Skor 1-0 adalah hasil positif, tapi belum definitif. Kami masih belum aman sampai sekarang,” kata kiper IkKer Casillas seperti dilansir AS.

“Kami akan menghadapi partai final pada pekan depan di Munich. Mari redam semua euforia kemenangan ini. Lupakan, dan konsentrasi untuk menghadapi pertandingan akhir pekan nanti di Liga. Setelahnya, kami harus bersiap menghadapi Bayern,” sambung San Iker. (one)

Agen Bola Terpercaya : Madrid Menang, Tiki Taka Masih Jadi Ancaman




Posted By:
Agen Bola