Agen Casino – Dua Indikator Kesuksesan Alan Pardew

Agen Casino - Dua Indikator Kesuksesan Alan Pardew

Agen Casino Sbobet Star88bola.com – Berita Bola Meninggalkan St. James Park bukan perkara mudah bagi Alan Pardew. Sudah empat Malam Natal ia melewatinya bersama Newcastle United. Sepanjang itu pula ia bekerja keras menjaga agar kapal tak karam dalam derasnya persaingan Premier League. Tapi musim ini, seperti apa pun kerja keras Pardew, kapal yang ia nakhodai berguncang jauh lebih kencang.

Hasil tidak memuaskan diraih Pardew di awal musim. Gelombang protes pun tak henti-hentinya digelorakan penggemar Newcastle; sampai-sampai mereka membuat situs khusus yang meminta manajer kelahiran Wimbledon, London, tersebut untuk segera hengkang dari posisinya.

Namun, sama seperti musim-musim sebelumnya, Pardew selalu mampu menjaga Newcastle tetap stabil di Premier League, meski tak ada prestasi yang mentereng. Bagi manajemen, hal tersebut bukanlah masalah. Toh Pardew memang tidak dibekali pemain-pemain kelas satu. Selain itu, pemain yang telah menemukan potensinya di Newcastle, justru tak pernah bertahan lama. Pemain yang tengah bersinar macam Andy Carroll dan Yohan Cabaye langsung dilego.

Musim ini merupakan musim yang paling berat bagi Pardew. Kehilangan Cabaye nyatanya berpengaruh besar bagi kekuatan di lini tengah. Untuk itu, pada tengah musim Pardew berencana menambah pemain untuk menambal kekurangan skuat The Magpies. Sayangnya, keinginan tersebut bertepuk sebelah tangan. Manajemen enggan mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli pemain.

“Empat tahun di bawah situasi keuangan seperti itu, bersama dengan sejarah, membuat keputusan itu sulit,” kata Pardew seperti dikutip Dailymail. “Newcastle adalah kesebelasan besar, menjadi sulit karena kami menjalankannya dalam margin keuangan yang ketat.”

Bukan Pria yang Diharapkan

Kedatangan Pardew di St. James Park sebenarnya seperti sebuah cerita sempalan belaka. Kala itu, Newcastle baru saja mendepak Chris Hughton dari kursi kepelatihan pada Desember 2010. Kursi kosong tersebut memberi angin bagi pendukung Newcastle untuk mendapatkan pelatih bernama besar. Mereka mengadakan pemungutan suara tentang siapa yang paling diinginkan. Tentu saja, nama Pardew hanya tertera di bagian bawah dengan 5,5 persen dukungan.

Namun, manajemen Newcastle United tak mempermasalahkannya. Mereka menyodorkan kontrak berdurasi panjang: lima setengah tahun. Pardew dengan demikian dikontrak setidaknya hingga akhir musim 2015/2016.

Di tangan Pardew, Newcastle memang tidak bisa bicara banyak. Namun, sejumlah pemain sempat mengecap popularitas saat diasuh oleh Pardew. Sebut saja Hatem Ben Arfa,Yohan Cabaye, Demba Ba, hingga Papiss Cisse.

Jika melihat aktivitas transfer, Newcastle di tangan Pardew terbilang hemat. Baru pada musim ini Newcastle mengeluarkan lebih dari 35 juta pounds untuk merekrut Ayoze Perez, Jack Colback, Siem De Jong, Remy Cabella, Emmanuel Riviere, serta Daryl Janmaat.

 




Posted By:
Agen Bola